PTMT yang Mendebarkan


Pagi itu Jum’at (8/10/21), sebaris kalimat muncul di layar grup whatsapp sekolah kami. “Pagi ini saya diminta dating ke Disdik untuk koordinasi PTMT (Pembelajaran Tatap Muka Terbatas), tulis pak kepala sekolah.” Berjuta harapan dan rasa penasaran teraduk jad isatu kala itu. Puncaknya, siangnya beliau mengumumkan sekolah kami boleh mengadakan PTMT di hari Senin tanggal 11 Oktober 2021. Semua guru mengucap syukur tanpa komando. Pengumuman tadi terasa begitu mendebarkan seperti layaknya pengumuman kelulusan.
Bagaimana tidak, di tutupnya sekolah karena pandemic yang sudah menghampiri 2 tahun ini, telah mengubah semua pola hidup dan belajar guru dan siswa. Kurikulum dipangkas sedemikian banyak, dan transfer ilmu pun tidak bias dilakukan dengan optimal. Siswa memandang layar gawai terlalu lama. Orang tua banyak yang mengeluh di berbagai media.
Kami sangat menyadari jika pembelajaran jarak jauh nantinya merupakan sebuah keniscayaan di era teknologi abad 21. Namun, pergi kesekolah tetap merupakan bentuk pendidikan yang punya arti tersendiri. Karena sejatinya tatap muka bukan hanya transfer pengetahuan tetapi juga transfer akhlak dan pembiasaan.
Buat kami Sekolah Attaufiq Bogor, yang saat ini sedang diterpa badai ujian gonjang-ganjing Yayasan. PTMT merupakan secercah harapan. Harapan akan sekolah yang lebih jelas, dengan izin yang jelas, pelaksana yang jelas dan akan jelas pula hak-hak yang bisa kami dapatkan dari negara.
Denganadanya PTMT ini semoga seluruhstakeholder menyadari, terlepas dar isemua masalah yang terjadi, pendidikan harus tetap diutamakan. Jangan lagi biarkan sekolah maju mundur dalam memberikan pelayanan pendidikan bagi siswa dan orang tua murid. Biarkan kami melaju! Karena kami tidak Cuma melaksanakan mandate dari negara tapi juga melaksanakan perintah Allah untuk terus belajar, mengajar dan menebarkankebaikan. (nif)